KAMU LANGIT, SIAPA BUMINYA?
Malam ini kubiarkan semua hanyut dibawa angin.
Sudah cukup aku berharap.
Sudah cukup aku mencari perhatianmu.
Sudah saatnya bayang-bayang masa depan ketika aku akan bersamamu, dihapus, hapuslahhh.
Memikirkanmu hanya membuatku merasa sedih dan merasa ada kurang dari diriku. Capek bruhh.
Kamu, yang memang cantik, tidak bisa digapai hanya bisa diliat. Yasudahlah. Setidaknya aku masih bisa melihatmu walaupun tidak bisa merasakanmu.
Ya benar kata hatiku, kamu memang Langit tp aku bukan Buminya.
Aku cuman... ya cuman kaleng-kaleng yang ada di antara Bumi dan Langit.
Hmm, sudahlah, lupakan ya nak!
(Denius, Rabu, 10 Juni 2020)
Komentar
Posting Komentar