"Nadean nanti menikah dengan Alia" dengan bangga ibu guruku bilang begitu. Aku hanya terdiam mendengar lelucon menjijikan itu, rasanya mual-mual dan emosi karena ditambah dengan suara makhluk-makhluk aneh yang ikut nyegir. Tidak hanya makhluk itu yang mengeluarkan suara ketawa tapi sahabatku juga ikut tertawa sambil menepuk punggungku. Sial!! kirain sahabatku hanya diam saja ternyata dia malah ikut tertawa dengan yang lain. Aku hanya diam saja dengan kepada menunduk kebawa. Sumpahh, itu pengalaman kelas yang masuk ke dalam kamus menjijikan. "Lihat aja nanti, aku gk bakal bayarin kau makan lagi" dalam hati sambil menatap Acha. Tapi eh ternyata pas bel menjeritt, aku malah mengajak Acha makan lagi. Aku gk nyadar kok bisa gitu sih padahal tapi udah marah. Ya begitu sahabat susah untuk bermusuhan tapi kalau sudah musuhan baikan gk bakalan cepat tunggu Dragon Ball terkumpul sampai 6 dulu, eh maksudnya 7 deng.
Setelah kejadian itu, aku gk bebas lagi. Aku yang awalnya anak bebas yang berteman dengan semua orang tanpa milih jenis kelamin tapi masih normal ya!! sejak saat itu aku berubah menjadi anak yang diam saat berjumpa dengan Alia. Gila!!! tidak, tidak, tidak aku kok bisa begini saat melihat dia aku seakan bunga, bunga Putri Malu. Memiliki fisik tajam tapi disentuh langsung malu. Aku terus malu jika melihat dia, apalagi dia lewat di depanku. Gk tau apa yang terjadi sama diriku. Alia juga termasuk cewek yang terkadang dijodohkan sama Dazri. Mereka memiliki postur tubuh yang sama. Ukuran Semekot (Semeter kotor), kwkwkkww.
Saat itu, aku bersama sahabatku berlari melihat kelas tetangga yang mendapat game kocak. Kebetulan banget game yang dimainkan oleh kelas sebelah keren. Awalnya hanya hanya beberapa teman ceweku berdiri dipintu dengan es lilin dingin yang menggantung di mulut. Cewenya yang di situ kurang lebih hanya 4 orang, ditambah kami yang ingin melihat juga. Lagi enak-enaknya menonton. Shitt!!! Alia datang dengan membawa buku dan ikut menonton kelas tetangga. Dia berdiri di sampingku, pokoknya pintu kelas sudah terpenuhi oleh anak-anak ingusan yang penasaran. Aku sudah tahu kalau dia berdiri di sampingku. Tahulah, kalau melihat dia aku merasa mual karena teringat dengan lelucon.
Ketawa-ketiwi yang terjadi dikelas juga kami ikut rasakan. Setelah beberapa menit berjalan, teman sialku yang kurang ajar. Mengungkit cerita ibu guru tentang jodoh-menjodohkan. "Wah, nampaknya di sini ada dua pasangan calon suami-istri, hahahha" bilang teman sialku. Mereka tertawa atas ejekan yang dilontarkan kepadaku. Alia hanya diam dan wajah marah. Anehnya marahnya bukan dilemparkan ke teman-teman sialku, eh malah dilontarkan samaku. Dia melihat aku dengan tatapan sinis. Aku hanya diam, tidak membalas ejekan dari temanku dan amarah dari Alia. Alia beranjak pergi kelas dan ketawa masih saja terdengar di telingaku yang memerah. "Untung saja kalian cewe, kalau bukan cewe udah ku hajar kalian" respon negatif dariku tapi hanya dalam hati. Aku dan Acha pergi, Acha kelihatannya ikut ketawa tadi, karena pipinya sedikit kemerahan. Aku merasa gk bebas lagi, di mana-mana ada saja ranjau-ranjau sialan yang mengejeki aku tentang jodoh-jodoh sialan itu.
Kemudian di kelas dengan hari yang berbeda. Saat itu, guru gk datang, cuaca sedang hujan, ditambah petir keras, suasana mendung dan kelas sangat ribut, kayak suasana di pasar, sampai-sampai suara petir tertutupi dengan suara bocah ingusan yang ada di kelas tersebut. Aku hanya diam saja waktu itu, aku dan Acha duduk dibangku kedua dari belakang dan di depan ada 3 bangku. Aku diam bukan karena takut dijodohkan sama teman-teman sialan. Tapi, saat itu aku lagi sakit perut. Alaamakkk, aku gk tau habis makan apa, seakan-akan cacing diperut sedang berdemonstrasi, serasa usus-ususku sudah dibajak oleh mereka. Terutama bagian belakangku, bokongku. Gelisah bokong, goyang sana goyang sini. Tiba-tiba bokongku ingin mengeluarkan emas batangan. Tidak!!! aku hanya menawan perutku, menunggu waktu kelas selesai, sedangkan kelas masih lama untuk jam pulang. Kalau ke toilet, toiletnya agak jauh dari kelasku dan sekolahku hanya punya 2 toilet dan bangunannya terpisah dengan kelasku dan saat itu lagi hujan. Lebih sialnya, sekolahku dikata-katain merupakan bekas rumah sakit dan kuburan. Enggak tahu darimana tersebar gosip seram itu, terutama di toilet tersebut ada perempuan yang berbaju putih dan wajahnya tertutupi rambut panjang. Iiiihhhh, teringat itu, aku merasa merinding.
Untuk beberapa menit, suasana dan cuaca masih sama saja tapi wajahku sudah berubah menjadi merah karena menahan betapa sakitnya emas batangan yang sudah selesai produksi dan mau keluar dari pabrik. Uhhh,, sakitnya luar biasa, kayak sakaratul maut. "Ini gk bisa dibiarin nih kalau gini aja, ciaahhhh" aku lagi ke toilet gk peduli hujan dan badai yang menghadang. Toilet terletak di samping kelas ku tapi bangunannya pisah. Dari kelas toilet bisa terlihat karena kelasku memiliki jendela kaca dan toilet bisa dilihat dan dari toilet kita juga bisa melihat kelas. Sesampai di toilet aku gk mikir-mikir lagi gk mikiran cerita hantu atau apalah yang penting emasnya keluar. Aku masuk ke toilet sebelah kiri karena toilet tersebut masih lumayan layak pakai sedangkan sebelahnya sudah kayak kapal terbakar, pintu terbelah tiga, dalamnya masih ada emas batangan yang belum disiram. Buka celana merahku, ambil posisi jongkok dan josshh.... akhirnya keluar, rasanya lega banget serasa nyawaku kembali terisi lagi menjadi 5 love (kayak GTA). Lagi enak-enaknya menikmati di toilet, aku gk sadar ternyata pintu toilet belum aku tutup dan itu terlihat dari kelas. Semua bocah di kelasku menempel ke jendela yang berkaca dan mereka seakan-akan sedang menonton film bokep kocak. Aku terkejut, njirr... ternyata mereka sedang melihatku dari jendela karena pintu toilet belum ditutup. mereka tertawa berbahak-bahak dan menunjuk-nunjuk ke arahku. Siall!!! mereka mengganggu aku lagi nyaman-nyamannya dan gk mikir-mikir lagi, aku langsung.....
"baca lanjutan ceritanya..."
-klik-
Komentar
Posting Komentar