(Sekolah Dasar-2006)
Hidup di dunia ya memang sudah nasibnya. kita gk bisa nentuin siapa yang melahirkan, kapan dilahirkan dan keadaan setelah dilahirkan. Lahirlah seorang manusia yang bisa bernafas menghabiskan dan mejalani hidup seperti anak-laki yang lain. Main Patok Lele, Petak Umpat, Kelereng dan Lain-lain, ya waktu itu belum kenal sama namanya Game Online!!. Hidup diantara orang berbeda dengan keadaan kepercayaan kita terkadang sulit dalam berinteraksi. ya itu yang kami alami, setiap cemooh dan ejekan aneh yang dilontarkan dari bibir pahit teman-temanku sewaktu sekolah dasar (SD). Hmm sewaktu aku bocah ingusan ya belum ada namanya Cinta itu apa ya? Aku termasuk anak yang membenci kata Cinta, terkadang aku jijik melihat teman masih kecil dan beringus tapi sudah mencoba berpacaran. ihhh, mau muntah lihat mereka, tapi mereka menjadi top trending di sekolah saya. Dari Kelas 1-6 semua tahu tentang kisah yang menjijikan itu. Waktu itu aku kelas 4 SD. Nah, lebih parahnya lagi, kisah mereka juga diketahui oleh guru-guruku.
Aihh... Karena sekelas terkadang ibu guru menjodohkan mereka. Korban cinta ingusan ini hanya tersenyum saja dan malu-malu kayak kucing kena sianida. kwkwkw, suasana kelas terkadang ikut pecah saat ibu guru menjodohkan dua anak itu. Aku ya diam saja begitu juga dengan sahabatku bernama Acha. Acha merupakan sahabat pertama dalam hidupku yang aku temui pada awal masuk ke bangku SD. Dia anak yang pinter dan hemat. Pada awal kenal dia aku memberikan uang lima ratus rupiah sebagai tanda aku mau kenalan. Hahaha, betapa bodohnya aku dulu. Setiap bel berbunyi saatnya mengisi perut dengan makan ibu kanting yang dibuat sendiri. Saat itu, makanan sangat murah, murah dan murah sekali, lebih murah dari MCD (kwkwkw). Setiap jamku di sekolah aku habiskan bersama dia. Kami berdua paling anti dengan virus cinta dan paling hobi dengan namanya berlarian biasanya yang jaga satu kelompok ngejar satu kelompok. Saat itu aku termasuk Pelari terhebat seperti Rossi Moto GP urutan kedua di sekolah.
Suatu hari dikelas ibu guru kembali dengan lelucon anehnya yang membuat kupingku meleleh, ya tentang jodoh lagi. Awalnya menjodohkan sahabat saya Acha jika menikah dengan Aida (Cewe cantik tapi pendiam). Mereka diramalkan akan menjadi pasangan yang sukses bekerja menjadi guru agama. Kwkwkwkwk, aku hanya tertawa berbahak-bahak melihat sahabatku dijodohkan, saat itu aku duduk sebangku dengan Acha. Sedang asik-asiknya ketawa, ibu guru menyebut namaku "sekarang si Nadean " Ketawaku langsung berhenti dan gugup mendengar lelucon ramalan ibu guru. jantung seakan-akan berhenti bekerja, menahan nafas sebentar dan tanpa kedipan mata melihat ibu guru "Nadean, nanti akan menikah dengan ......
"baca lanjutan ceritanya..."
"baca lanjutan ceritanya..."
-klik-
Komentar
Posting Komentar