KAMU LANGIT, SIAPA BUMINYA? Malam ini kubiarkan semua hanyut dibawa angin. Sudah cukup aku berharap. Sudah cukup aku mencari perhatianmu. Sudah saatnya bayang-bayang masa depan ketika aku akan bersamamu, dihapus, hapuslahhh. Memikirkanmu hanya membuatku merasa sedih dan merasa ada kurang dari diriku. Capek bruhh. Kamu, yang memang cantik, tidak bisa digapai hanya bisa diliat. Yasudahlah. Setidaknya aku masih bisa melihatmu walaupun tidak bisa merasakanmu. Ya benar kata hatiku, kamu memang Langit tp aku bukan Buminya. Aku cuman... ya cuman kaleng-kaleng yang ada di antara Bumi dan Langit. Hmm, sudahlah, lupakan ya nak! (Denius, Rabu, 10 Juni 2020)
"Nadean nanti menikah dengan Alia" dengan bangga ibu guruku bilang begitu. Aku hanya terdiam mendengar lelucon menjijikan itu, rasanya mual-mual dan emosi karena ditambah dengan suara makhluk-makhluk aneh yang ikut nyegir. Tidak hanya makhluk itu yang mengeluarkan suara ketawa tapi sahabatku juga ikut tertawa sambil menepuk punggungku. Sial!! kirain sahabatku hanya diam saja ternyata dia malah ikut tertawa dengan yang lain. Aku hanya diam saja dengan kepada menunduk kebawa. Sumpahh, itu pengalaman kelas yang masuk ke dalam kamus menjijikan. "Lihat aja nanti, aku gk bakal bayarin kau makan lagi" dalam hati sambil menatap Acha. Tapi eh ternyata pas bel menjeritt, aku malah mengajak Acha makan lagi. Aku gk nyadar kok bisa gitu sih padahal tapi udah marah. Ya begitu sahabat susah untuk bermusuhan tapi kalau sudah musuhan baikan gk bakalan cepat tunggu Dragon Ball terkumpul sampai 6 dulu, eh maksudnya 7 deng. Setelah kejadian itu, aku gk bebas lagi. Aku yang awalny...